RS PRIMAYA BEKASI UTARA DIGUGAT DI PENGADILAN NEGERI BEKASI
PASIEN TUNTUT GANTI RUGI 6,25 MILIAR

BEKASI|| KONTENJABAR.COM – (10-03-2022). Pada hari ini Kamis, 10 Maret 2022 Kantor Pengacara/Advokat KISWORO &
PARTNERS LAW FIRM yang terdiri dari Kisworo, SH., CLI, CTLC., CIRP., Azmi Mahathir, SH.,
CMLC., Adhi Bangkit Saputra, SH., CLA., Hutomo Nur Ubay, SH., dan M. Ikhsan Purnama, SH.
mewakili Kliennya (M.Faris Firmansyah) selaku Penggugat di Pengadilan Negeri Kota Bekasi dalam
rangka persidangan perdana Perkara Nomor 89/Pdt.G/2022/PN.Bks. Perkara tersebut adalah Gugatan
terhadap RS. Primaya Hospital Bekasi Utara (PT.Famon Awal Bros Sedaya) karena adanya dugaan
Perbuatan Melawan Hukum terhadap pelayanan kesehatan dan tindakan medis kepada Pasien

Gugatan tersebut diajukan setelah adanya upaya penyelesaian musyawarah yang tidak kunjung
berhasil. Sebelumnya, Pihak Penggugat dan Kuasa hukumnya dari Tim Advokat Kisworo & Partners
Law Firm telah mengadakan pertemuan dengan RS Primaya Bekasi Utara sebanyak 3 (tiga) kali. Akan
tetapi tidak ada itikad baik dari Pihak RS Primaya Bekasi Utara untuk menyelesaikan permasalahan
hukum yang ada.

Bacaan Lainnya

Gugatan yang diajukan tersebut pada pokoknya berkaitan dengan adanya dugaan perbuatan
melawan hukum pelayanan kesehatan dan tindakan medis. Karena setelah dirawat dan mendapat
tindakan medis tersebut, Penggugat mengalami kelumpuhan / disfungsi pada bagian lengan sebelah
kiri. Padahal diagnosa awal saat masuk Rumah Sakit adalah Demam Berdarah.

Penggugat di dalam Gugatannya tersebut menuntut ganti rugi materiil dan immateriil dengan total
Rp.6.250.000.000,- (enam miliar dua ratus lima puluh juta rupiah). Tuntutan tersebut pada dasarnya
masih tidak seimbang dengan penderitaan yang dialami Penggugat. Namun demikian, Kami pada
prinsipnya mencari keadilan dan memperjuangkan hak konstitusional sebagai warga negara.

BACA JUGA  Nawal Lubis : Alumni Harus Memberi Kontribusi Kemajuan

Setelah persidangan dibuka untuk umum oleh Majelis Hakim. Tergugat dari RS Primaya Bekasi Utara
dan Turut Tergugat tidak menghadiri persidangan, sehingga sidang ditunda sampai tanggal 24 Maret
2022.

Demikian Press Release ini Kami sampaikan, sekaligus Kami menghimbau kepada Masyarakat apabila
menghadapi permasalahan serupa agar tidak segan memperjuangkan hak nya demi keadilan. Oleh
karena itu, sebagai bentuk kepedulian, Kami membuka ruang konsultasi hukum gratis untuk
masyarakat yang mengalami permasalahan seperti Klien Kami tersebut.
Editor : Red

Pos terkait