LBP2 Jabar Kirimkan Karangan Bunga “TURUT BERDUKA CITA” Ke Disdik Jabar

JAWA BARAT – Kontenjabar.id
Pesan moral dari Ketua LBP2 Jabar, AA Maung, berupa karangan bunga “TURUT BERDUKA CITA” sebagai tanda keprihatinan yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, pada sesi “Aksi Orasi & Audensi”, Senin 27/7/2020, jam 10:00 WIB di kantor Disdik Jabar di Bandung.

Bahwa makna sesusungguhnya pesan moral LBP2 “Turut Berduka Cita” yang dimaksud AA Maung, ditujukan pada Sistem Pendidikan di Indonesia yang mengalami kemunduran persaat ini.

Bacaan Lainnya

Jawaban AA Maung Ketika ditanya Tim Media, tentang barometer kemundurannya seperti apa yang dimaksud?

“Kita lihat beberapa tahun kebelakang, sekitar 10 tahun yang lalu, banyak pelajar asing yang ingin belajar di Indonesia, tapi sekarang, malah kebalikannya, banyak pelajar Indonesia yang berbondong-bondong ingin belajar di luar negeri. Itu artinya mundur istilah realnya “Kemunduran”“jawab AA

“Bersekolah pada jaman sekarang lebih rumit dan sulit bahkan “RUWET”, karena sering berubah-ubah nya kurikulum atau kebijakan.
Ganti Menteri ganti kebijakan kata lain ganti kurikulum.”imbuh AA

“Itulah yang jadi akar permasalahannya tentang Sistem Pendidikan Indonesia”Jelasnya.

Penjelasan AA selanjutnya,

“Banyak hal dari kebijakan kebijakan pejabat dan petinggi Pendidikan tersebut, sering ditumpangi oleh kepentingan politik.
Gerbong ini membikin satu kebijakan, seolah-olah bekerja, padahal kebijakan sebelumnya sudah bagus, tinggal melanjutkan saja, ini yang saya selalu kritisi” keluh AA.

Kalau akar atau pohon (Pendidikan) permasalahannya mau dicabut dan diganti dengan menumbuhkan pohon yang baru, apa harapannya? Tanya tim media.

BACA JUGA  Eks Narapidana Teroris Jangan Kucilkan Yang Terpapar

“Ya kembali lagi pada mental sama moralnya masing-masing. Kita peduli tidak pada pendidikan?
Karena pendidikan adalah fondasi bagi anak-anak kita sebagai generasi penerus, mau maju, mau bodoh, mau pinter atau mau jalan ditempat? Gitu aja” tegas AA berseloroh serius.

Moral2nya siapa??

“Yaitu moral moral daripada pimpinan-pimpinan penguasa para elit politik dan Pemerintah kita, yakni Anggota-Anggota Dewan kita, Menteri-Menteri kita termasuk Presiden kita” jawab Aa vulgar.

Dulu yang namanya polisi anak adalah seorang guru, kalau sekarang ditumpangi dengan kepentingan kepentingan , misalnya ada perlindungan anak, terkadang ranah itu juga terlalu dibesar-besarkan bahwa misalnya anak dikasih hukuman, langsung lapor ke polisi, langsung lapor ke Komnasham, kan gitu” tegasnya.

“Jadi jaman sekarang itu, cenderung “Yang sekolah itu adalah orang tuanya bukan anaknya.
Lihat saja, sekarang anak-anak hanya bisa melingkari atau membuat tanda silang pada jawaban yang benar..akan tetapi para orang tua selalu memaksa pada gurunya agar anaknya mempunyai nilai yang bagus dengan berbagai cara dipaksakan” tandasnya.

“Makanya orang tua jaman sekarang dengan adanya pandemi Covid-19 ini, harus bisa mengambil hikmahnya bahwa sangatlah berat atau sulit menjadi seorang guru. Sekarang kan baru jalan 4 bulan, orang tua sudah banyak yang mengeluh karena harus menjadi guru untuk anaknya” ungkap Aa Maung.

Sebagai “Pesan Moral dan Harapan” dari Aa Maung sebagai salah satu Pengamat pendidikan Indonesia, diakhir wawancaranya dengan tim media.

“Jadi para orang tua dan guru harus satu faham, satu visi dan satu tujuan yaitu mencerdaskan anak-anak termasuk mendidik mentalnya, staminanya”, harapannya.

“Dan para orang tua harus faham bahwa ketika anak sedang berada di lingkungan sekolah, maka anak tersebut sepenuhnya adalah tanggungjawab para guru”, pungkas AA Maung penuh harap.

BACA JUGA  Menteri Komunikasi dan Informatika RI Sambut Microsoft Berinvestasi di Indonesia

(Yudika/Kj)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan