LBP2 Akan geruduk Disdik Jawa Barat

 113 total views,  4 views today

JAWA BARAT – Kontenjabar.id Beredarnya Surat Pemohonan Audensi yang viral di WhatsApp, tercatat dilayangkan LBP2 (Lembaga Bantuan Pemantauan Pendidikan) Jawa Barat bernomor : LBP2/1/VII/2020 tertanggal hari ini, Jum’at 24/7/2020, resmi tertera ditanda tangani oleh Ketua LBP2 Asep B. Kurnia yang lebih akrap disapa “Aa Maung“.

Bacaan Lainnya

Tertuju dalam Surat itu Kepala Dinas Pendidikan
Provinsi Jawa Barat
yang berkantor di Jl. Dr. Rajiman No.6, Pasir Kaliki, Kec. Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40171.

Dalam menyikapi hal tersebut, dan untuk mendapatkan konfirmasi langsung dari sumber, sengaja Tim Media menemui Aa Maung dirumahnya, melalui wawancara khusus dikediaman komplek Rigency wilayah dekat Ciwastra, sore 24/7/2020.

Ketika Tim Media bertanya akan maksud dan tujuan Aa Maung sebagai Ketua LBP2 (Penanggung jawab) membuat ajakan aksinya.

“Program PPDB sekolah yang dilaksanakan Disdik tahun 2020 ini, bagi pengamatan hasil pantauan kami LBP2 Jabar, dari tahun tahun bukannya ada kemajuan, malah makin menambah carut marut” ungkap Aa Maung.

“Banyaknya aturan PPDB yang berubah ubah, serta banyaknya laporan laporan bukti kecurangan yang masuk ke kami dari masyarakat, hal ini menjadi pendorong serius agar keluhan ini wajib sampai ke pejabat pejabat Disdik Jabar” tegas Aa.

“Kami yang tergabung pada LBP2 (Lembaga Bantuan Pemantau Pendidikan), akan menggelar Audiensi, serta
menuntut kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat” tandasnya

Adapun butir butir yang akan menjadi tuntutan kami LBP2 sbb :

  1. Menuntut dan mendesak mundur kepada seluruh jajaran Pejabat Dinas Pendidikan yang memegang
    jabatan pemberi kebijakan dalam hal PPDB 2020.
  2. Selesaikan permasalahan mengenai PPDB SMA/SMK di Jawa Barat.
  3. Tolak aturan Zonasi yang setiap tahun berubah.
  4. Menuntut kejelasan saat beberapa sekolah data siswa sebagai bentuk pelayanan publik yang
    transparan, real dari mulai siswa pendaftar, jalur pendaftar, alamat, dan data orang tua siswa pendaftar
    pada setiap sekolah berdasarkan klasifikasi serta jalur yang ditempuh.
  5. Pemberian sangsi tegas kepada pemberi kebijakan khusus atau jajaran Dinas Pendidikan yang terbukti
    melakukan kesalahan dalam pelaksanaan dan rekayasa dalam input data pendaftaran PPDB, dalam hal
    ini dibuktikan dengan data investigasi dan pengaduan masyarakat kepada kami (laporan sekolah sudah
    tersusun dari hasil investigasi dan akan kami umumkan di depan awak media pada saat acara).
  6. Segera tindak lanjuti dan pemberian sangsi yang jelas kepada calon siswa yang terbukti dengan KK
    yang dianggap tidak lazim.
  7. Menuntut mundur apabila terbukti Pejabat Berwenang (instansi terkait) terbukti melakukan pemalsuan
    data.
  8. Menuntut perhatian khusus dari Presiden Republik Indonesia sekaligus penggantian Menteri Pendidikan
    yang dianggap kurang cermat dalam membuat suatu aturan (Permendikbud) dalam hal PPDB.
  9. Mendesak Gubernur Jawa Barat untuk segera melakukan penambahan Rombel, serta pembangunan
    infrastruktur baru.
  10. Menuntut PPDB 2020 diulang karena tidak sesuai dan tumpang tindihnya aturan sehingga bisa diartikan
    melanggar aturan PPDB 2020.
BACA JUGA  Pemkab Kabupaten Bandung Barat Terima CSR Dari KCIC

JAWA BARAT – Kontenjabar.id Atas dasar 10 butir tuntutan itu, maka kami yang terhimpun dalam LBP2 akan menggelar aksinya pada, Senin, 27 Juli 2020, 08.00 WIB, dan bertempat diseputaran Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Informasi ajakan ini telah tersebar kepada khalayak Insan peduli Pendidikan ini, baik kepada stakeholder maupun yg lainnya, dengan maksud agar bisa bergabung untuk memperjuangkan
bersama-sama demi kemajuan serta perubahan Pendidikan di masa depan yang lebih baik.

Sementara ajakan tersebut, yg viral melalui sasion visual di group group WA, jelas ketara ditanda tangani oleh Ketua LBP2 Jawa Barat,
Asep B Kurnia (AA Maung.

(Yudika/Budi/Krn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan