Disdik Purwakarta Buka Kegiatan Lokakarya Tatanen

PURWAKARTA,Kontenjabar.id

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta H. Purwanto hadir untuk membuka kegiatan lokakarya Tatanen di Bale Atikan, Senin (18/01).

Bacaan Lainnya

Dalam kegiatan itu di ikuti tiga warga sekolah SDN 8 Ciseureuh Kahuripan, SMPN 10 Purwakarta, SMPN 2 Pasawahan, di Aula Sanggar Hideung Bodas.

Kadisdik Purwanto menegaskan bahwa tiga Sekolah ini ditargetkan untuk menjadi pelopor, menjadi model untuk menerapkan model pembelajaran Tatanen di Bale Atikan.

Program tatanen di bale atikan bukan gerakan bertani disekolah, bukan menghijaukan sekolah. Lebih dari itu, kita melakukan gerakan mendidik anak-anak untuk menyadari lingkungan, Kesadaran Lingkungan.

“kita juga belajar menangkap masalah, kemudian mencari teori dan menyelesaikannya dengan solusi, belajar dari pengalaman praktik yang kemudian menjadi pembelajar,” ungkapnya.

Tatanen di bale atikan merupakan gerakan pendidikan yang bertujuan menyadarkan dan mengembangkan potensi diri peserta didik yang memiliki kesadaran diri dan lingkungan.

“Membangun generasi yang memahami masalah lingkungan di sekitarnya serta mencari solusi pemecahannya.

Dalam kaitannya dengan program tatanen di bale atikan, Kadisdik Purwanto berharap peserta didik di purwakarta produktif dan sanggup memiliki produk.

“Semua warga sekolah harus faham mulai dari penjaga sekolah hingga kepala sekolahnya, kemudian nanti mampu sosialisasikan kepada orang tua. Gerakan ini harus menjadi kesadaran kolektif semua orang yang ada di sekolah.

Ia juga menghimbau agar Sekolah di Purwakarta memiliki keunggulan dan keunikannya masing-masing.

Setiap sekolah harus mengedepankan prilaku baik, memiliki value, berkebudayaan lingkungan, Dunia ini adalah ruang kelas kita untuk belajar dan menjadi pembelajar.

BACA JUGA  Polresta Bandung Gencar Bagikan Masker Selama PPKM Tahap Dua

“Semoga dengan kegiatan ini, semuanya dapat memetik ilmu pengetahuan, Pulang dengan pengetahuan dan keterampilan yang menjadi amal soleh jika ilmu itu disebarluaskan di sekolah dirumah dan tetangga. Anak anak kita belajar mempunyai makna dan prodak masing-masing,”pungkasnya,

Reporter – M.ikhsan/Kur

Pos terkait

Tinggalkan Balasan