Diduga Camat Cangkuang Intervensi? Adakan Rapat Mau me-Reshuffle BPD Tanjungsari, Berkata Didepan Umum “SK Bupati Akan Disiapkan”

KABUPATEN BANDUNG. Kontenjabar.id
Undangan Rapat Hasil Musdes Desa Tanjungsari Kec. Cangkuang Kab. Bandung, yang diadakan di aula Kecamatan serta ditandatangani Camat Cangkuang (Yudi Fadilah) No : 005/219/kec, Cangkuang tgl 06 Juli 2020, ditujukan kepada : Kepala Desa, Ketua & Anggota BPD dan Ketua RW se-Desa Tanjungsari. Hal ini ditanggapi dengan “Senyum lebar” oleh 5 Orang Pimpinan dan Anggota BPD Tanjungsari.

Anggota BPD, Mila Karmila yang turut hadir dalam undangan Rapat tsb, menuturkan kepada Tim Media dalam wawacara khusus, bahwasanya dia merasa tertekan dalam kehadirannya di acara Rapat hasil musdes, yg dilaksanakan melalui undangan Rapat dari Camat Cangkuang, pada Kamis 9/7/2020. 09:00 WIB s/d selesai.

Bacaan Lainnya

Menurut Mila, rapat di kecamatan itu terkesan melenceng dari agenda dan merasakan seolah kepentingan rapat itu dipaksakan dan terkesan menggiring, dari inti awalnya bahasan rapat tentang Evaluasi Hasil Musyawah RKPDes tahun 2021 yg dilaksanakan pada 3/7/2020, dan telah ada hasil “Berita Acara”nya yg bisa dipertanggung jawabkan atau dirapatkan internal bila perlu, sesuai aturan, sesuai tufoksi tartib kinerja Musdes atau Rapat setingkat kecamatan.

Menurut Mila pula, “ketidak hadiran Ketua, Wakil dan Sekretaris BPD yg dipersoalkan pada rapat undangan Camat, sebab adanya alasan tertentu yang menurutnya hal yg wajar wajar saja dan bisa dimaklumi.

Pandangan alasan Mila,
“menurut sepengetahuan saya, memang Ketua lagi sakit, Sekretaris tidak bisa bolos kerja dan wakil BPD sedang ada tugas kerja ke Subang, adalah wajar dan bukan satu kesalahan fatal Pimpinan & Anggota BPD, juga bila dihubungkan dengan kepentingan substansi maksud Rapat yang diadakan kecamatan” papar Mila menerangkan alasannya.

BACA JUGA  Panglima TNI : Nakes Adalah Kesatria Negara Untuk Lindungi Masyarakat Dari Ancaman Covid-19

“Saya merasakan sesuatu yg aneh seolah dalam rapat tersebut dipaksakan digiring kepada sesuatu yg bukan pada aturan seharusnya, diawal Rapat adalah bahasan Evaluasi Hasil Musdes RKPDes”,

“Kok, disebabkan hanya karena ada usulan seorang RW (RW 05) dalam dengar pendapat, seolah olah RW tersebut mewakili semua RW, kenapa Rapatnya diakhiri menjadi putusan Rapat mau “me-Reshuffle” Ketua, Wakil dan sekretaris BPD Tanjungsari”, papar Mila.

“Apakah cara seperti ini proses Kolektif Kolegial yg didengungkan oleh pak Camat, bahkan pak Camat berkata “SK Bupati reshuffle BPD ini sudah disiapkan” dan umum mendengar semua apa yg dikatakan pak Camat itu” ucap Mila penuh keheranan.

“Sebab diri saya merasa tertekan, bathin tidak terima dan juga sebab sedikitnya saya telah dibekali arahan aturan yg benar tentang Tartib Rapat dan Musdes atau dllnya, utama tentang pemberhentian atau pergantian/Perubahan (Reshuffle) Pengurus/Anggota BPD, saya menyatakan “MENGUNDURKAN DIRI” dan pergi tanpa menggubris Musyawarah yg masih berjalan” tegas Mila.

Saat Awak media bertanya makna dan maksudnya perkataan “mengundurkan diri” yang dilontarkan Mila dalam rapat tsb, maka spontan Mila menjawab,:

“Yaa mengundurkan diri dari “Forum Rapat itu dan pergi” itu pak, saya stress, bukan bermaksud mundur dari keanggotaan BPD pak, saya ucapkan itu tanda saya tidak setuju pada proses hasil rapat yang menurut saya aneh, dimana proses akhirnya sangat tidak sesuai dengan maksud undangan pak Camat” ungkapnya beralasan.

“Bathin saya tidak terima, saya nangis, maka saya “Walk Out” saja tak hiraukan lagi” ucap Mila berkeluh kesah.

Sementara Ketua BPD Tanjungsari Wanda Wijaya dan Sekretaris Gungun Gunawan, saat dikonfirmasi Tim Media, menanggapi hasil berita Acara Rapat dengan enjoy enjoy saja, pertanda kesiapan untuk mengajak “Debat Terbuka” ditujukan kepada Camat Cangkuang dan Kades Tanjungsari.

BACA JUGA  Pemkab Tegal Resmi Terapkan PPKM Darurat Jawa Bali

“Permasalahan tata kelola aturan internal pemerintahan desa Tanjungsari makin tambah tidak pas kebijakannya, ini bentuk “INTERVENSI” Camat Cangkuang”, ucap Wanda mengawali.

“Selain terindikasi kebijakan berlebihan, lalu mau pakai dasar hukum mana Rapat itu?”

“Dimana permasalahan Internal Kepemerintahan desa dengan unsur BPD Tanjungsari, kalaupun itu dianggap ada masalah dan mau di Evaluasi Hasil RKPDes Thn. 2021”

“Gampang saja, Camat tinggal instruksikan beri arahan Kepala Desa atau Ketua BPD untuk mengadakan Musdes di Desa atau Rapat Internal, dan Camat hadir ke Desa Tanjungsari bila merasa ada kepentingan, bukan Rapat namanya kalau itu diadakan di Aula Kecamatan, yang seharusnya dilaksanakan oleh Musdes, aneh aturan mana ini?” kata Ketua BPD bertanya tanya.

“menurut Logika saja, kenapa masalah Internal desa Tanjungsari diadakan di Kecamatan Cangkuang? Hal ini terkesan “RAPAT Kecamatan Rasa MUSDES” dan apakah di desa tidak punya tempat layak untuk Musyawarah atau Rapat gitu?” Tegas Ketua BPD.

“Permasalahan yg lebih parahnya adalah, Rapat berkesan Musyawarah Hasil Musdes RKPdes Tanjungsari Th. 2021 yang dipermasalahkan, tapi berakhir “Berita Acara”nya dengan keputusan perombakkan pimpinan BPD kerennya istilah “Reshuffle”

“Hal itu seolah bernaung dalam dasar hukum Kolektif Kolegial yang benar, dan harus beres di hari yg sama, ini kaya darurat perang, atau mau nganter istri simpanan mau melahirkan saja” sindir Ketua BPD sambil tersipu.

“Kami berlima Pimpinan dan Anggota BPD Tanjungsari “Berani Santun” dan sebagai side efecknya akan hal ini, kami akan melayangkan “Surat Permohonan Audensi dengan Bupati” melalui DPMD dan Ombudsman Pemkab Bandung” jelas Wanda di iyakan yg lainnya tanda sependapat dan setuju.

“Karena semua Rekayasa Rapat itu, kami Unsur Pimpinan BPD dan 2 orang anggota BPD, diskusikan internal hal ini serius pada hari Sabtu 11/7/2020, dan hasilnya kami semua mendapatkan kesepakatan bulat”

BACA JUGA  PETUGAS PPKM HARUS GUNAKAN OTAK SEHAT

“Saya sebagai Ketua BPD Tanjungsari dan didukung yg lainnya menyatakan “SIAP TANTANG DEBAT TERBUKA” dengan Camat dan Kades”,

“Bila perlu siap kami debat dengan Camat di depan media cetak/online/televisi debat/audensi tentang apapun yg menjadi permasalahan di Desa Tanjungsari, dengan catatan dihadiri perwakilan dari DPMD, kecamatan, kades, BPD dan tokoh masyarakat Tanjungsari”,

“Dipersilahkan untuk Camat dan Kades menyatakan pembuktian dan argumentasinya dari masing masing pihak, biar semua mampu menilai obyektif bukan isue saja, mana yg benar, mana yg salah” tantang mereka koor bersuara.

Sementara Sekretaris BPD Gungun Gunawan, dipersilahkan Ketua dan lainnya untuk menegaskan kebulatan tekad.

“Dasar pokok kepuasan kami semua adalah, ketika kami bisa memperlihatkan nilai nilai kebenaran versus tirani penguasa birokrasi kepada masyarakat, dan mudah-mudahan jadi ibroh/pelajaran yg baik dan khidmat bagi banyak orang, wabil khusus bagi mereka yg memiliki kedudukan di birokrasi” tekad Gungun yg diacungkan jempol oleh Wanda dan lainnya.

Diakhir, Tim Media menginformasikan bahwa, Kades Tanjungsari saat dihubungi Tim Media lewat telpon, mengatakan, bahwa Kades akan diskusikan dulu permasalahan dengan Camat, menyikapi tentang apa apa yang diberitakan pihak BPD lewat media online, baru kami Tim Media akan diberitahu kapan bisa bertemu,
Begitupun keterangan Nandang Mantan Kaur Kesra (Orang dekat Kades), mengatakan hal sama melalui Setda KPK Kab. Bandung, Jeje.

Tim Media dalam keseimbangan transfaransi keterbukaan informasi kepada publik, memastikan kepada Wanda dan Gungun dan unsur BPD lainnya, bahwa secepatnya Tim Media akan menemui Kades dan Camat untuk dipinta tanggapan, konfirmasi dan klarifikasi tentang permasalahan yg diutarakan pihak BPD Tanjungsari.

(Red : Tim Lipsus Biro Kab. Bandung)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan