BOJONGSOANG DAN TEGALLUAR KAB. BANDUNG DIPROYEKSIKAN AREA PERKOTAAN

 118 total views,  2 views today

(Humas Pemkab Bandung)

Bacaan Lainnya

Bandung,Kontenjabar.id-Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) merupakan program pemerintah pusat berupa bantuan teknis (bantek) yang dirilis awal 2019 lalu.

Dari 58 RDTR yang dipersiapkan di Indonesia, Jawa Barat (Jabar) mendapat 8. Kabupaten Bandung sendiri mendapat proporsi paling banyak di Jabar, yaitu 2 RDTR.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), memiliki rencana kota yang operasional. RDTR yang disiapkan, yaitu Bojongsoang dan Tegalluar, sudah mendapat persetujuan subtansi dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) / Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Kepala DPUTR Kabupaten Bandung H. Agus Nuria A. mengatakan, Kabupaten Bandung harus punya nilai lebih untuk penyelenggaraan investasi. Oleh karenanya RDTR itu merupakan RDTR Online Single Submission (OSS) yang interaktif.

“Guna mendapat persetujuan substansi, harus ada peta yang direkomendasi oleh BIG (Badan Informasi Geospasial), KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) dan juga ada rekomendasi dari gubernur. Dan persetujuan substansi ini, ada masa berlakunya,” ujar Kepala DPUTR di Soreang, Kamis (24/9/2020).

Agus Nuria secara ringkas membeberkan proses pemetaannya. Pertama, pihaknya mengidentikkan sumber peta dengan BIG di Bogor. Setelah proses identifikasi, keluarlah berita acara (BA) untuk mendapatkan peta dasar.

“Peta tematik itu apakah untuk area persawahan, industri atau perumahan. Untuk peta tematik ini juga nanti di BA kan. Setelah BA final, barulah berlanjut ke materi teknis di Kementerian ATR/BPN,” papar Agus didampingi Kepala Bidang Penataan Ruang H. Ben Indra Agusta.

Untuk melakukan asistensi dan mendapatkan BA dari BIG  membutuhkan proses yang tidak sebentar. Pihaknya harus mendapatkan nomor secara inden untuk asistensi satu bulan ke depan.

BACA JUGA  Sebanyak 319 Sekolah di Kota Bandung Siap Melaksanakan Uji Coba PTMT

“Insya Allah dengan intensitas yang ada, kita bisa pertanggungjawabkan peta yang kita siapkan menjadi peta rencana,” tuturnya.

DPUTR juga tengah mempersiapkan RDTR Soreang Terpadu yang mencakup Soreang-Katapang, Kutawaringin dan Margahayu-Margaasih. Namun saat ini, pihaknya lebih memprioritaskan Bojongsoang dan Tegalluar.

“Persoalannya, dari Tegalluar ini yang akan lama. Bisa berjam-jam karena penumpukan orang dan kendaraan keluar dari stasiun. Karena itulah kita siapkan RDTR ini,” tambah dia. (Bang roji]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan