Akankah di Kabupaten Bandung 2020 ini, Bupati H. Dadang M. Naser,Diteruskan oleh Isterinya, Hj. Kurnia Agustina.

 277 total views,  2 views today

Kabupaten Bandung, Kontenjabar.id

Bacaan Lainnya

Pemerhati perkembangan politik di Kabupaten Bandung, H. Yuyun Saepudin mengatakan ada beberapa faktor yang memotivasi para Srikandi berkiprah mencalonkan diri sebagai pemimpin daerah.

Apakah ini sebegai  sebagai upaya untuk melanggengkan kekuasaannya,” katanya seperti dilansirkan visi.news, kemarin.

Fenomena tersebut sudah terjadi di wilayah Jawa Barat, diantaranya,

  1. Irianto Safiyudin (Yance) dari Indramayu diteruskan Ana Sopanah.
  2. Dr. Herman dari Kota Banjar diteruskan Ade Uu Sukaesih.
  3. H. Aang Suganda, Kuningan, diteruskan Ice Suganda.
  4. Itoc Tochiya, Cimahi, diteruskan Aty Suharto.
  5. Dedy Mulyadi, Purwakarta diteruskan Ane.

Akankah di Kabupaten Bandung di tahun 2020 ini, Bupati H. Dadang M. Naser bisa diteruskan oleh isterinya, Hj. Kurnia Agustina.

“Ini hanya sebuah gambaran,” katanya singkat via telepon, Sabtu (11/7/2020).

Sebelumnya, Hj. Kurnia Agustina Naser resmi mengembalikan formulir pendaftaran bakal calon (Balon) Bupati Bandung untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di Kabupaten Bandung ke Tim Seleksi DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung.

Pengembalian formulir pendaftaran tersebut dilakukan melalui Tim Delegasi, Imas Sofyan dan diterima langsung oleh Ketua Tim Seleksi Penjaringan Balon Bupati dan Wakil Bupati Bandung, Cecep Suhendar di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Bandung, Jln. Citaliktik, Soreang.

Menurut Imas, dengan mengembalikan formulir pendaftaran tersebut, menandakan keseriusan Nia untuk maju pada pesta demokrasi di Kabupaten Bandung.

Yuyun menilai para calon bupati wanita ini seperti  Hj. Yena Iskandar Masoem dan Ingrid Kansil mempunyai popularitas dan elektabilitas cukup bagus. Bahkan wawasan dan potensinya pun bisa disejajarkan dengan yang lainnya.

BACA JUGA  Pemkab Garut Canangkan Gerakan Ayo Masuk Sekolah

Namun dari pengalaman personal, jelas dipegang oleh Teh Nia yang selama 10 tahun mendampingi suaminya sebagai isteri Bupati Bandung.

“Siapa yang memimpin nanti tidak bisa dipaksakan melalui berbagai prediksi personal, karena ini mencakup masa depan Kabupaten Bandung. Jadi yang dibutuhkan jelas orang yang berpengalaman dan mengetahui bagaimana situasi dan kondisi serta adat istiadat daerah,” ujarnya. (Kur/Yudika]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar

  1. Mdh2n Bu Nia K yg sdh siap dg pengalaman & ilmu2 nya kemaren slm mendampingi pa DN, bisa melanjutkan programnya, khususnya jika terpilih Nnti bisa lebih mmberi peluang dlm peningkatan Pemberdayaan Perempuan di segala bidang…